Powered By Blogger

Kamis, 29 Mei 2008

SERIAL RESTO PADANG : GULAI TUNJANG

Description:
Saya agak bingung menakar resep masakan yang satu ini, sebab catatan pemberian bu Barlian sudah hilang entah kemana seiring seringnya kami berpindah-pindah rumah. Tapi masakan ini tetap jadi salah satu yang paling digemari keluarga kami, terutama suami saya. Sebab rasa tunjang (kaki sapi) yang kenyal betul-betul sangat khas dan menggoda selera. Bahkan boss saya di Dharma Wanita dulu, yang kebetulan aslinya orang Eropa Baratpun ketagihan makan masakan satu ini.

Resep ini saya buat dengan kira-kira, semoga ada yang mau "memungutnya".

Ingredients:
Tunjang (kaki sapi), santan kelapa (tidak sebanyak santan yang dipakai memasak rendang).

Bumbu-bumbunya : Bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit ditumbuk halus semua, cabai giling, daun kunyit, lengkuas dan sereh diambil putihnya saja kemudian keduanya dimemarkan, daun jeruk, garam.

Directions:
Mula-mula tunjang dipotong-potong sepantasnya, dikerik bulunya dengan pisau silet yang sangat tajam/cutter lalu dibakar hingga licin. Setelah itu direbus hingga empuk, dimasukkanlah bumbu halusnya, lalu disantani. Aduk-aduk, sampai tercampur rata baru dimasukkanlah daun kunyit, lengkuas, daun jeruk dan sereh. Masak hingga matang sambil diaduk-aduk agar santan tidak pecah. Garami dan rasakan nikmatnya.

11 komentar:

  1. mbak.. di sana ada jual kaki sapi mbak?? lah di sini yg deket nyari dengkul sapi aja susahnya setengah mati!!!

    BalasHapus
  2. Ada banyak. Tapi malah nggak ada otak sapi lagi pula ekor sapi, lemaknya sangat banyak. Ini seperti di Kanada dan Eropa Barat pada umumnya, gampang dapat makanan begini. Betul jeng Dian bilang, di Malaysia nggak ada. Karena di Singapura juga nggak ada. Saya sendiri heran. Kita dulu disuply kikil oelh keluarga di Batam atau tukang koran yang datang setiap hari ke KBRI. Selamat ngiler......

    BalasHapus
  3. saya baca resep2nya bu julia mah cuma bengong doang hihihi,,, disini nggak ada. dan dulu pas masih sendiri nggak pernah masak,

    BalasHapus
  4. hati hati makan tunjang.........saya ajah udah gak berani neh makanan yang beginian.......

    BalasHapus
  5. Iya, saya juga udah jarang. Yang masih sukaaaa aja suami saya, tetangga Bu Barlian itu. Dulu saya belajar bikin tunjang, karena istri Dubes saya pernah ada yang sangat suka, padahal beliau orang asing (jerman). Akhirnya saya harus menekuni pembuatan gulai tunjang. Sampe alhamdulillah bisa. Tadi malam kebetulan baru saya pake menjamu tetamu lagi atas permintaan orang ramai. Semoga bu Lily sehat selalu ya.

    BalasHapus
  6. Didoain nak. Moga-moga lebih lezat dari masakan mamakmu, supaya bikin kamu betah makan bersama di rumah setiap saat.

    BalasHapus
  7. Di Malaysia ada, bergantung kepada tempat anda berada. Kalau di negeri saya Kelantan, lembu disembelih dan dijual setiap hari di pasar dan tempat-tempat tertentu di tepi-tepi jalan. Kalau di Kuala Lumpur dan even di tempat saya tinggal sekarang, kebanyakan yang dijual adalah daging import.Kerana daging local biasanya lebih mahal. Bila ditanya di pasar, mereka kata hanya ada dijual pada hari minggu. Sama sewaktu di Johor Bahru, kalau nak beli daging atau mana-mana bahagian lembu local, perlu pergi pagi2 hari ke pasar tani. Kalau pukul 10 baru nak ke pasar, memang sudah habis terjual

    BalasHapus
  8. Di negeri berjiranan dengna JB, Singapura, ada dijula berbagai bahagian lembu. Tapi tak seorangpun menjual kaki lembu ini. Tak pasal pukul berapa kita pergi ke pasar. Lidah lembupun boleh didapat hanya jikalau kita menempahnya dari penjual yang biasa kita datangi. Tak setiap pedagang menyediakan lidah lembu ni........
    Saya tak tahu apa pasal.........

    BalasHapus
  9. hallo mba julie, saya nani dari jerman, pengen tanya kalo yang jual kikil di jerman tu dimana ya

    BalasHapus
  10. Waduh mbak Nani, saya nggak pernah di Jerman. Tapi di Austria dulu (tahun 90-an awal) ada di kios-kios penjual daging sapi. Dan dia berupa tunjang, kikil yang masih nempel di kaki sapi bukan kikil yang udah lembaran seperti di Indonesia. Barangkali di Jerman juga sama ya? Coba aja tanya di tukang daging. Selamat masak mbak!

    BalasHapus

Pita Pink