Powered By Blogger

Minggu, 31 Januari 2010

AKU

Aku
sekeping do'a di senja kala
Sebersit waktu di remang malam

Aku
mengayun langkah menuju Allah
Menghimpun bekal mengarah ke rumah
Tempat berkumpul semua senandung dan puji-pujian
Lagu abadi irama maknawi
Penyejuk diri pembuka hati

Aku
bersama dzikir menghamba diri
ke ribaanmu
Tuhanku
Sampai saat kau datang mengambil
Semua apa yang aku punya
Dengan seluruh rentak kasih-Mu
Rebah tanah menyelimutiku
Agar kekal cintaku satu
Kepada-Mu dan kasih sayang itu
abadi selamanya.


(Hari pertama Februari dua ribu sepuluh di Taman)

10 komentar:

  1. Amin
    suatu kalimat yang sejuk
    i like ...Bunda memang top deh

    BalasHapus
  2. Aku
    alangkah membahagiakan diriku
    bila mampu iringi langkahmu
    :)

    BalasHapus
  3. Aduh mbak, ini gaweyane wong iseng aja kok. Gara-gara mau pergi kelamaan nunggu cucian nggak berhenti-henti diputer sama mesin cuci.

    Terima kasih. Tuh tanya mas Agus, saya 'kan nggak ada apa-apanya ya mas?

    BalasHapus
  4. Kusambut jiwamu
    Dengan sepenuh keikhlasan
    Melangkah kita bersama
    Menuju Yang Satu

    Terima kasih mas Agus. Nggak ajdi berhibernasi?
    Belum jatuh saatnya winter ya?

    BalasHapus
  5. It's a long long way to Tipperarry?

    BalasHapus
  6. Lumayanlah, musim hujan sih. Jalanan pada becek, jadi pakaian juga pada kena kotoran. Mau bantu mbak? Terima kasih.

    BalasHapus
  7. wah..sambil nunggu cucian masih bisa berkarya ya..mantaap...

    BalasHapus
  8. Nulis itu mbak Ita, nggak bisa dikasih waktu. Kapanpun juga, kalau ada yang kepengin ditulis, ya jadi. Makanya si Oneng alais Rieke Diah Pitaloka, juga bikin puisi di atas WC-nya 'kan?

    Terima kasih ya mbak, sudah mampir nengokin saya lagi.

    BalasHapus

Pita Pink