Powered By Blogger

Sabtu, 08 Agustus 2009

NYANYI SUNYI UNTUK SEBUAH PEKIK MERDEKA

Adapun gelap bukanlah malam semata
Di sinar yang terang, di pagi benderang
Di awan berbintang nan bermesra dengan rembulan

Kaumku
Sejuta tangan diam dalam ikatan yang kukuh
Ada kepasrahan disana

Di antara mereka yang berpesta pora
Mereguk kesenangan

Di pinggir-pinggir kota
Ada kudengar deru gempita
para laskar berarak bertelanjang dada
Wahai bahagia, andaikata
Hidup ini penuh makna
Penuh nikmat dan canda-ria bergema

Tapi tengoklah
kita hanya mampu tersenyum
Sebab hanya ada nyanyi sunyi
Untuk sebuah pekik merdeka!

Itulah gelapnya kaumku
Yang senantiasa menggantung penuh
Dari masa lalu ke hari depan
Menuju pelabuhan penghabisan.


(Donau am Nussdorf, Wien, 20.04.1993)



5 komentar:

  1. Kikikiki........ssst.....! Jangan ribut-ribut ya?
    Emak malu!

    BalasHapus
  2. hahahahaha

    '
    ya deh pelan pelan,

    KAUM WANITA YA MAAAAAAAAAAAAAAAAAAK?? hahaaa

    BalasHapus
  3. Jika semua kaummu atau kaum lawanmu tahu bahwa pekik merdeka dibeli dengan darah, semangat dan jiwa, maka tak mungkin tersia-sia semua hidup yg dijalankan. So proud have a big thinker just like you!

    BalasHapus
  4. Ah, Teteh juga great lho! Apa kabar di Amrik?
    Terima kasih ya Teh Dede.

    BalasHapus

Pita Pink